Print this page

APIK, Pascasarjana Unand dan PPI akan adakan Seminar dan Lokakarya Peningkatan Kapasitas Ahli Perubahan Iklim Regional Sumatera

10 Agustus 2017

Paris Agreement telah resmi diratifikasi oleh Indonesia dengan disahkannya UU No. 16/2016 tentang Pengesahan Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim. Berbagai upaya penanganan perubahan iklim yang penting dari Indonesia akan menjadi bagian komitment global. Di sisi lain Indonesia yang luas, dengan bentangan laut, pulau-pulau kecil dan hutan tropisnya  dapat memainkan peran yang sangat strategis, baik dalam upaya menangani perubahan iklim maupun berkontribusi sebagai penyebab (emitter). Nationally Determined Contribution (NDC) yang mentarget pemangkasan emisi hingga 29 % (BAU) pada tahun 2030 dengan upaya sendiri dan dapat ditingkatkan menjadi 41%  dengan bantuan internasional, adalah dokumen rencana aksi  yang  harus diimplementasikan baik pada sekala nasional maupun sub-nasional.

Paris Agreement mengamanatkan bahwa semua negara harus bertindak untuk menahan laju deforestasi, degradasi lahan dan memperbaiki tata kelola lahan dimana hal ini termasuk proses yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan perhitungan emisi karbon pada sektor lahan. Indonesia perlu berada pada jalur di mana tercapai puncak emisi karbon (carbon peak) dari pembangunan konvensional pada tahun 2020, dan berupaya setelahnya menurunkan emisi karbon secara drastis. Paris Agreement juga menghendaki pada tahun 2018 semua negara bisa melaporkan pencapaiannya terhadap tujuan  yang disepakati di akhir COP 21 meliputi pengurangan emisi, adaptasi dan pendanaan.

Sumatera adalah salah satu region yang sangat potensial untuk menjadi ujung tombak pengendalian perubahan iklim di Indonesia. Deforestasi dan degradasi hutan masih berlangsung di beberapa provinsi yang dulu dikenal memiliki hutan tropis yang cukup luas. Namun kini, ancaman kebakaran, konversi lahan untuk keperluan kehutanan, perkebunan, perumahan dan infrastruktur lainnya kian meningkat.  Strategi penanganan perubahan iklim perlu dirancang untuk dapat menjawab berbagai persoalan-persoalan itu.

Penelitian dan pengajaran terkait penanganan perubahan iklim adalah bagian material input yang sangat penting dalam merumuskan kebijakan di regional Sumatera. Berbagai bidang penelitian dan pengajaran telah dipraktekan untuk memenuhi harapan NDC tersebut di atas telah dilaksanakan antara lain oleh berbagai perguruan tinggi, lembaga riset dan NGO. Untuk memecahkan permasalah yang sama, tampaknya para pihak tersbut perlu duduk bersama untuk berbagi pengetahuan/keterampilan, berdiskusi dan merumuskan strategi dan rencana aksi  yang  komprehensif, realistis dan mampu ditindaklanjuti bersama.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK bekerja sama dengan Jejaring Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia atau APIK Indonesia Network, sebagai  jejaring nasional yang fokus terhadap aktivitas penelitian, pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat terkait perubahan iklim dan kehutanan yang beranggotakan perwakilan   lembaga pergurutan tinggi, lembaga penelitian, lembaga diklat, lembaga pemerintah dan LSM, akan mengadakan sebuah semiloka/workshop region Sumatera yang akan dilaksanakan di Padang (Universitas Andalas) dalam rangka Peningkatan Kapasitas Ahli Perubahan Iklim Regional Sumatera dengan tema “Membangun Tata Kelola Perubahan Iklim Berkelanjutan di Indonesia Pasca Paris Agreement”.

Tujuan

  1. Melakukan identifikasi kebutuhan peningkatan kapasitas dan teknologi pengendalian perubahan iklim di region Sumatera terkait aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim (MAPI).
  2. Mensosialisasikan program prioritas nasional Pengendalian Perubahan Iklim.
  3. Mendesiminasi hasil-hasil penelitian, kajian dan pemikiran dalam rangka penangan perubahan iklim.
  4. Mengkaji status perkembangan APIK Indonesia regional Sumatera.
  5. Merumuskan langkah-langkah kegiatan APIK Indonesia Regional Sumatera.

Topik

  1. Perubahan Iklim dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
  2. Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan
  3. Mitigasi Kebencanaan Alam

Mengundang para pemakalah dalam acara semiloka ini untuk publish dalam bentuk prosiding dengan mengirim papernya ke email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Keynote Speaker : DR.IR.NURMASRIPATIN M.FOR,SC (Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK)

Semiloka dilaksanakan pada Senin, 28 Agustus 2017 di Convention Hall Universitas Andalas

Paper paling lama diterima pada tanggal minggu, 20 agustus 2017

 

Kontak :

Website : seminar.pasca.unand.ac.id/apik

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

HP / WA : Juniarti (081266574253)

HP / WA : Sefni (082390765190)

Sekretariat : Gedung Pascasarjana Universitas Aandalas Lantai  2 (Ruang PPM)

Read 315 times