Program Pascasarjana Akan adakan Diskusi Publik Pro-Kontra Pembangunan Pembangkit Listrik Geothermal Gunung Talang – Bukik Kili

05 September 2017

Wilayah Gunung Talang – Bukik Kili Kabupaten Solok, Sumatera Barat adalah kawasan pertanian yang subur. Kesuburan lahan ini merupakan berkah dari tanah vulkanik dari Gunung Talang. Selama ini kawasan tersebut merupakan sentra produksi hortikultura dan tanaman pangan padi sawah di Kabupaten Solok. Selain itu, di perut bumi kawasan ini juga terkandung panas bumi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.

Saat ini, pemerintah sudah memberikan izin pemanfaatan panas bumi tersebut untuk dikembangkan menjadi pembangkit listrik, geothermal. Akan tetapi, ada kekhawatiran yang besar dari masyarakat bahwa pemanfaatan energi panas bumi ini akan memberikan dampak negative bagi mereka terutama terhadap kegiatan pertanian yang merupakan sumber penghidupan bagi kurang lebih 30.000 Kepala Keluarga petani di kawasan ini.

Pro-kontra pembangunan pembangkit listrik panas bumi ini di tengah masyarakat berpotensi memicu ketidakpastian pada kedua belah pihak, yaitu bagi perusahaan swasta yang akan melakukan investasi pada pembangkit listrik panas bumi dan bagi masyarakat yang akan merasa terancam kelestarian lingkungan untuk kegiatan pertanian mereka.

Berdasarkan hal tersebut di atas, Universitas Andalas dalam hal ini Program Studi Integrated Natural Resources Management (INRM) Program Pascasarjana (PPS Unand) berinisiatif untuk melaksanakan Diskusi Publik dengan tema “Pro-Kontra Pembangunan Pembangkit Listrik Geothermal Gunung Talang – Bukik Kili”

 

Tujuan Diskusi : 

  1. Membangun pemahaman para pihak tentang rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Geothermal Gunung Talang – Bukik Kili
  2. Meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran semua pihak tentang manfaat positif dan negatif Pembangunan Pembangkit Listrik Geothermal Gunung Talang – Bukik Kili

 

Tempat dan Waktu : 

Diskusi Publik akan dilaksanakan di Universitas Andalas, Aula Pascasaarjana Universitas Andalas pada Hari Sabtu tgl 16 September 2017 mulai jam 09.00 WIB – jam 12.00 WIB.

  

Pembicara : 

  1. Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumbar, tentang kebijakan pengembangan energi Geothermal di Sumatera Barat
  2. Tokoh Masyarakat Nagari Batu Bajanjang.
  3. Perwakilan Masyarakat Salingka Gunung Talang
  4. Direktur PT. Hitay Daya Energy, tentang rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di kawasan Gunung Talang – Bukik Kili 
  5. WALHI Sumatera Barat

 

Pembahas Utama

  1. Prof.Dr.H.Syafruddin Karimi, SE, MA , Universitas Andalas
  2. Dr. Ardinis Arbain, Universitas Andalas

 

Pertanyaan Diskusi 

Diskusi diharapkan dapat menjawab pertanyaan berikut :

  1. Sejauhmana potensi dampak pembangunan Pembangkit Listrik tenaga panas bumi di kawasan Gunung Talang – Bukik Kili terhadap kegiatan pertanian masyarakat?
  2. Apakah Pembangunan Pembangkit Listrik tenaga panas bumi di kawasan Gunung Talang – Bukik Kili patut dilanjutkan atau dihentikan?

 

Peserta : 

  1. Dinas ESDM Provinsi Sumbar
  2. Dinas Pertanian Sumatera Barat
  3. Dinas Pertanian Kabupaten Solok
  4. Akademisi (Mahdi, Yonariza, Wilson, Fadjar Goembira, Bustanul Arifin, Budjang Rusman, Indang Dewata)
  5. LSM QBar
  6. WARSI Sumbar
  7. LBH Padang
  8. PBHI Sumbar
  9. WALHI Sumbar
  10. Nurani Perempuan
  11. Mahasiswa Pencinta Alam
  12. PLN Pembangkit Sumbar Riau
  13. Bappeda Prov. Sumatra Barat
  14. Bappeda Kabupaten Solok
  15. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatra Barat
  16. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok
  17. Direktur PT. Hitay Daya Energy
  18. Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Andalas

 

Luaran

Rekomendasi kebijakan kepada pemerintah, dan pemerintah daerah dalam menyetujui pelaksanaan eksplorasi Geothermal

 

Kontak Person 

Dr. Mahdi (HP 0852725091)

Riri  (HP 085274136500), email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Read 284 times