Studi Pembangunan

Studi pembangunan (development study) merupakan ilmu pengetahuan yang berkembang melalui studi inter-disiplin terhadap persoalan-persoalan pembangunan selama ini. Penerapan perspektif inter-disiplin pada program studi ini merupakan suatu hal alamiah sebagai suatu konsekuensi dari persoalan pembangunan itu sendiri yang secara umum tidak berdiri sendiri tetapi merupakan persoalan yang saling berkaitan, baik secara vertikal ataupun horizontal. Sebagai satu ilmu pengetahuan tersendiri, studi pembangunan tersusun atas tiga unsur pokok yang saling berkaitan; unsur normatif (nilai-nilai dan etika); unsur deskriptif (teori dan konsepsi-konsepsi); dan unsur preskriptif (strategi dan keteknikan).

Paradigma pembangunan yang diyakini program studi ini terhadap permasalahan pembangunan terutama dipengaruhi oleh pemikiran para ahli pembangunan berdimensi kerakyatan di tahun 1980an. Kajian masalah pembangunan lebih lanjut, terutama sejak semakin mencuatnya isu-isu kualitas lingkungan hidup, telah pula menggiring perubahan paradigma pembangunan ke arah keberlanjutan lingkungan hidup. Selanjutnya, perkembangan pemikiran lebih lanjut dari para pakar pembangunan memaknai secara utuh pembangunan berkelanjutan sebagai wujud dari tiga pilar pokok yaitu, pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan. Ketiga pilar pokok tersebut selanjutnya memprosisikan ciri dari pembangunan berkelanjutan.

Perubahan lingkungan strategis dan pergeseran paradigma pembangunan ini selanjutnya memerlukan sumberdaya manusia analis, perencana dan pengambil kebijakan yang dapat mendorong dan melahirkan kebijakan perencanaan pembangunan secara komprehensif. Program Doktor Studi Pembangunan (PDSP) pada Program Pascasarjana Universitas Andalas ini dimaksudkan untuk berkontribusi dalam memenuhi keperluan penyediaan sumberdaya manusia tersebut.

Berdasarkan pada pemahaman terhadap perkembangan teori dan konsepsi dan paradigma pembangunan yang berkembang sampai saat ini, maka selanjutnya PDSP ini ditujukan untuk membangun pemikiran-pemikiran yang lebih dinamik pada basis keilmuan yang lebih integratif (keterpaduan antar disiplin ilmu sosial, ekonomi, teknik dan lainnya), yang mengedepankan keberpihakan pada aspek kesejahteraan, kemerataan dan keberlanjutan.

Read 1114 times